Poster Sharing Esa-05Senin Sharing by :
Esa Apriansyah


Jika kita mendengar istilah “filsafat”, sebagian besar akan merasa berat di telinga. Dalam benak kita, teori-teori tentang filsafat terasa berputar-putar dan sulit dimengerti. Namun, sadarkah kamu bahwa hidup kita tak lepas dari filsafat, di manapun kita berada. Ia menjadi pokok prinsip hidup kita, cara kita bersikap, menghadapi masalah, dan mengambil keputusan.

Filsafat umumnya terbagi menjadi 2 garis besar, yaitu filsafat Barat (occidental) dan filsafat Timur (oriental).

PERBEDAAN FILSAFAT BARAT & FILSAFAT TIMUR

Filsafat Timur berkembang di daerah China, India, dan Jepang yang banyak memunculkan pemikiran-pemikiran dan digunakan pedoman oleh masyarakat di belahan Bumi bagian Timur. Cara pandang filsafat Timur lebih berpusat pada realita yang terjadi di sekitarnya. Mereka sangat peduli pada dunia dan sesamanya. Mereka percaya pada kemampuan intuisi mereka, sehingga kehidupan yang mereka jalani sangat batiniah, spiritual, dan mistis. Pedoman hidup masyarakat Timur adalah “Kehadiran lebih penting daripada perbuatan seseorang”.

filsafat-timur

Sebaliknya, cara pandang barat lebih condong pada keadaan masyarakat sekitar serta ilmu pengetahuan. Dunia barat berkacamata pada objek dan kerja lapangan, sehingga manusia-manusia barat harus menguasai ilmu alam untuk kepentingannya. Pedoman hidup masyarakat barat adalah “Berbuat lebih penting daripada sekadar ada”.

filsafat-barat

Hal ini membuat filsafat barat lebih menekankan pada pola pikir yang rasional dan manusia sebagai pusatnya. Sedangkan filsafat timur lebih mementingkan cara mereka melihat dunianya, bagaimana mereka melihat diri sendiri dan sesama, dan bagaimana mereka menggantungkan diri pada Sang Pencipta.

Cita-cita hidup bagi filsafat barat harus diisi dengan bekerja dan bersikap aktif sebagai kebaikan tertinggi. Dengan sifat yang rasional, filsafat barat percaya bahwa dengan bekerja keras, maka segala kebutuhan akan terpenuhi. Sedangkan bagi filsafat timur, cita-cita hidup adalah mengenai ketenangan dan keharmonisan. Mereka berprinsip bahwa kehidupan seharusnya dijalani dengan sederhana dan menyesuaikan dengan alam.

  • Berikut ini beberapa filsuf yang berasal dari Timur.

al-farabi

Al Farabi (870 – 950 M)

Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah islam.

 

 

ibnu-sina

Ibnu Sina (980 – 1037 M)

Karyanya yang paling terkenal adalah Qanun fi Thib (Canon of Medicine) atau “Aturan Pengobatan”.

 

 

 

kong-hu-cu

Kong Hu Cu (551 – 479 SM)

Filsafahnya mementingkan moralitas pribadi dan pemerintahan, dan menjadi populer karena asasnya yang kuat pada sifat-sifat tradisonal Tionghoa. Oleh para pemeluk agama Kong Hu Cu, ia diakui sebagai nabi.

 

 

  • …dan beberapa Filsuf lain dari Barat.

pythagoras

Pythagoras (580 – 500 SM)

Pythagoras mengajarkan bahwa jiwa itu kekal, dan dapat berpindah-pindah. Sesudah kematian, jiwa berpindah kepada hewan, dan begitu seterusnya.

 

 

plato

Plato (427 – 347 SM)

Plato berpendapat bahwa keindahan yang sesungguhnya terletak pada dunia ide.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s