Senin Sharing Arum-05Senin sharing by
Arum Kartika


Pada dasarnya, padi merupakan tanaman yang hidup di lumpur, sehingga sistem pengairan adalah hal yang terpenting dalam pertaniannya. Periode penanamannya setiap 4-5 bulan sekali, dengan 1-1,5 bulan pertama digunakan untuk mempersiapkan ladangnya. Sebagai konsumen nasi, tidak ada salahnya kita coba pelajari perjalanan padi hingga menjadi beras yang siap kita masak.

PROSES PRA TANAM______________________________________________

Dimulai dari 1,5 bulan sebelum penanaman, petani padi menggemburkan lahan terlebih dahulu dengan membersihkan lahan dan mengalirinya agar menjadi lembek. Segera setelah tanah telah lembek, petani memulai pembajakan sawah yang pertama. Hal ini dilakukan untuk mematikan dan membenamkan rumput liar maupun daun padi yang tersisa dari panen sebelumnya. Selain itu, juga untuk mengolah pupuk hijau, pupuk kandang, dan kompos agar bercampur dengan tanah. Proses ini dilakukan selama 1-3 hari.

Setelah itu, masuk ke proses pengairan dengan menggenangi lahan hingga tinggi air mencapai 5-10 cm. Tunggulah selama 7-10 hari, lalu digaru dan dibajak sebelum menggenangunya kembali dengan waktu yang sama. Tujuan pengairan adalah agar tanah menjadi berlumpur dan racun-racun bisa dinetralisir oleh air tersebut. Dengan begitu, tanah akan menjadi lebih subur.

Sambil menunggu suburnya tanah, Petani Padi biasanya mulai memilih bibit. Caranya adalah dengan merendam bibit padi selama semalam. Kemudian tiriskan, lalu diamkan selama 3-5 hari hingga bibit tersebut menjadi benih/kecambah. Ciri-ciri kecambah adalah ketika di ujung bibit tersebut keluar akar-akar kecil. Jika tidak keluar akar, maka dapat disimpulkan bahwa bibit tersebut kurang baik kualitasnya sehingga dapat disisihkan. Dengan begitu, para petani dapat memaksimalkan padi-padi yang ditanam, agar panennya melimpah.

merendam padi

Jika lahan dan benih telah siap, kini waktunya penyemaian. Penyemaian dapat dilakukan di lahan tanam yang berbeda, namun antar benihnya tidak perlu diberi jarak yang diatur. Sebelum disemai, berikan pupuk terlebih dahulu pada lahan semai. Kemudian, tebarlah benih-benih padi yang telah melalui proses pemilihan bibit di hari sebelumnya. Dalam proses ini, kita harus menunggu selama 17-25 hari hingga akhirnya sang benih tumbuh menjadi bayi-bayi padi dengan akar yang lebih kuat dan siap tanam di lahan yang lebih luas.

Menjelang penanaman, lahan besar atau ladang mulai dipersiapkan. Hal yang pertama adalah pemberian pupuk lagi, lalu biarkan meresap ke dalam tanah dengan menunggu 1-3 hari. Setelah itu, berilah garis dengan menggunakan garpu-garpu besar dengan jarak 20-26 cm antar garisnya. Jika sudah siap sebelum tengah hari, penanaman dapat dilakukan dalam hari yang sama ketika petani menggarisi sawahnya.

mengolah sawah

PENANAMAN_________________________________________________

Bayi-bayi padi yang tinggi daunnya kurang lebih 25 cm dan berdaun 5-7 helai, dengan batang yang besar dan kuat juga bebas hama dan penyakit, berarti telah siap ditanam. Ketika dicabut dari lahan semai, bayi padi ini harus langsung ditanam kembali di lahan besar. Dalam 1 lubang, petani dapat menanam 2-3 batang bibit yang dalamnya 4 cm. Syaratnya, ketika menanam, batang padi tidak boleh miring, karena padi sangat rentan untuk roboh. Sisakan sekurang-kurangnya ¼ bayi-bayi padi dalam lahan semai, sebagai cadangan apabila ada yang mati dalam proses penanaman.

Esok harinya, petani melihat kembali hasil penanamannya. Di sinilah kesempatan petani untuk mengganti bibit yang mati atau tidak berhasil tanam dengan bibit baru yang tersedia di lahan semai. Batas waktu untuk mengganti bibit padi adalah 10 hari. Setelah 10 hari, petani harus merelakan apapun hasil panennya. Langkah selanjutnya adalah menjaga agar padi-padi yang ditanam tumbuh dengan subur dan baik, serta tidak dimakan oleh hama.

PASCA-TANAM____________________________________________________

Pada saat ini, para petani mulai mengatur kadar air melalui tinggi genangan. Tanaman yang berusia 0-8 hari, dalam air cukup 5 cm. Jika sudah mencapai usia 8-45 hari, kedalaman air ditambah lagi hingga 10-20 cm. Lalu, ketika sudah membentuk bulir dan mulai menguning, air dapat ditambah lagi hingga 25 cm. Tidak lupa, mereka juga merawat padi-padi ini dengan membuang gulma dan menjaga agar tidak dimakan hama. Berikut ini adalah hewan-hewan yang menjadi hama bagi tanaman padi :

hama padi

Di hari ketujuh setelah penanaman, petani kembali menyemprotkan pupuk ke ladang. Penyemprotan pupuk ini juga dilakukan pada usia tanam 25-30 dan 40-45 hari. Pemupukan dilakukan pada pagi hari, agar matahari tidak terlalu menyengat sehingga pupuk yang disiram tidak cepat menguap.

PANEN_______________________________________________________

Panen dilakukan dalam waktu 1-3 hari, bergantung pada luas lahan dan jumlah petani yang memanennya. Cara memanen padi adalah dengan menggam sekumpulan batang padi, lalu diarit miring dari bawah ke atas. Padi yang diarit disusun berkeliling dalam sebuah “lapak” di masing-masing petani. Lalu, padi “digebuk” agar butir-butir yang sudah matang dan berat rontok dari batangnya. Kemudian, butir-butir tersebut ditampi dan ditabur, agar butir yang kosong terbang terbawa angin. Terakhir, padi dimasukkan ke dalam karung.

panen

PENGGILINGAN__________________________________________________

Sebelum digiling, padi harus dijemur terlebih dahulu agar kering. Biasanya dilakukan selama 3-7 hari. Penjemuran tidak boleh terlalu lama karena dapat mengakibatkan timbulnya butir kuning dan gabah akan berjamur. Selain itu, berasnya akan menjadi rapuh dan patah saat penggilingan.

Penggilingan dilakukan 1-2 kali, tergantung beras yang digiling. Biasanya penggilingan yang pertama untuk mengupas kulitnya, sedangkan yang kedua untuk mengupas kembali hingga kulit arinya sampai tampak putih. Untuk menjadi beras coklat, merah, dan hitam, gilinglah 1 kali saja. Untuk beras putih penggilingan dilakukan 2 kali.

jenis padi

Nah, begitulah proses pengolahan padi hingga menjadi beras. Sekarang, setelah mengetahui bagaimana para petani merawat padinya dengan sepenuh hati, masih tegakah kalian membuang nasi dalam piringmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s