Senin Sharing Kopral-05

Senin Sharing by:
Randy Dahlan


Saling tolong menolong merupakan fitrah manusia. Jiwa kemanusiaan di diri manusia akan menimbulkan empati untuk otomatis menolong orang yang sedang kesulitan di sekitar kita, terlebih dalam keadaan darurat. Namun, bagaimana jika terjadi kasus kecelakaan di dekat kita dan hanya kita yang dapat menolong orang tersebut di saat itu? Tapi hati-hati, perlakuan dan tindakan pertolongan pertama yang salah bisa membuat kondisi orang tadi bukannya lebih baik justru malah tambah parah. Ternyata untuk melakukan pertolongan pertama tidak perlu kuliah 7 tahun agar dapat melakukan tindakan yang benar. Berikut ini beberapa jenis kecelakaan dan bagaimana cara pertolongan pertamanya secara darurat, sambil menunggu bantuan tenaga medis.

  1. BLEEDING | Pendarahan

Pembuluh darah di tubuh kita terbagi menjadi 3 jenis : arteri, vena, dan kapiler. Untuk pendarahan yang terjadi di pembuluh arteri, darah biasanya akan menyembur, mengalir berpola seiring dengan detak jantung (banyak-sedikit-banyak-sedikit), dengan warna darah merah terang. Sedangkan untuk pendarahan yang terjadi di pembuluh vena, darah yang keluar juga banyak namun mengalir lebih lambat, dengan warna darah merah gelap. Untuk pendarahan yang terjadi di pembuluh kapiler, darah yang mengalir cenderung lebih sedikit.

BC1

Berikut ini penanganannya :

    1. Untuk memperlambat keluarnya darah tekan luka dengan benda lunak seperti kain yang bersih.
    2. Kemudian jika memungkinkan, posisikan luka tersebut di atas jantung korban. Misalkan jika luka tersebut berada di kaki, maka angkat atau sanggah kaki dengan sesuatu agar posisi kaki lebih tinggi dari jantung.
    3. Segera hubungi bantuan medis terdekat atau nomor 118 / 119 untuk bantuan ambulance.

 

2. BROKEN BONE / Patah Tulang

Patah tulang terbagi menjadi 2 jenis, ada yang hanya patah di dalam, dan ada yang patahan tulang keluar hingga merobek daging. Dalam kondisi patah tulang, pada prinsipnya jagalah sebisa mungkin agar bagian tubuh yang patah tidak bergerak. Caranya :

  1. Buatlah penopang menggunakan paduan bahan keras seperti kayu atau karton keras dan  dibalut dengan kain/perban bersih.
  2. Kemudian, segera hubungi bantuan medis terdekat atau nomor 118 / 119 untuk bantuan ambulance. Jangan lupa untuk tetap support mental korban hingga pertolongan datang.

 

3. BURN / Luka Bakar

Skin-model-2-burns-labeled

Luka bakar bisa terjadi akibat hal lain selain api, seperti bahan kimia, sinar matahari berlebih, hingga gesekan dengan benda lain, Luka bakar terbagi menjadi 3 tingkat. Tingkat pertama hanya melukai epidermis atau kulit bagian luar, tingkat kedua hingga melukai dermis atau kulit dalam, dan yang ketiga sudah melukai jaringan bawah kulit hingga ke otot. Jika kamu menghadapi korban yang terkena luka bakar, hal yang harus dilakukan adalah:

  1. Menjauhkan korban dari sumber bakarnya, termasuk benda dan pakaian yang menempel pada luka korban.
  2. Kemudian siram dengan air bersih dingin yang mengalir selama setidaknya 10-20 menit.
  3. Lalu bungkus dengan bahan plastik wrap yang bersih dan tidak menempel ke luka untuk mencegah infeksi. Tetap hubungi bantuan medis jika ringkat luka bakar yang diderita cukup parah.

 

4. CHOKED | Tersedak

Umumnya orang tersedak karena makanan atau isi perut dan darah sendiri yang keluar menghambat tenggorokan. Walau terkesan sepele, tersedak dapat membuat orang sesak napas dan pingsan, yang bahkan dalam beberapa kasus, tersedak dapat berujung kematian. Jika terjadi pada sekita anda maka tolonglah segera dengan cara berikut :

  1. Condongkan kedepan tubuh orang yang tersedak, lalu pukul-pukul punggung bagian atasnya sebanyak kurang lebih 5 kali.
  2. Jika belum berhasil, cobalah rangkul dari belakang, lalu posisikan kedua tanganmu di bagian ulu hatinya, kemudian tekan menyentak ke arah atas menggunakan buku ibu jarimu. Lakukan sebanyak 5 kali juga.
  3. Jika masih belum berhasil bahkan korban sampai pingsan karena sesak napar, kamu bisa membantu melalui napas buatan atau CPR. Hubungi medis terdekat untuk pertolongan lebih lanjut.

 

5. SPRAIN / STRESSED | Terkilir / Terantuk

rice

Anggota tubuh yang terkilir dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk menanganinya, berikut ini caranya :

  1. Menggunakan metode REIC yakni Rest, Elevation, Ice, Compression; dengan terjemahan bebasnya :
    1. Mengistirahatkan bagian yang terkilir, dengan tidak menggunakan anggota tubuh tersebut untuk beraktivitas,
    2. Meninggikan bagian tubuh yang terkilir di atas jantung korban.
    3. Kompres bagian yang terkilir dengan es secara berkala seperti 2 jam sekali selama 24 jam.
    4. Bebat menggunakan perban untuk meminimalisir gerakan
  2. Jika bengkak dan sakitnya telah hilang, kembali latih dan regangkan kembali otot dan sendi agar tidak kaku dan dapat kembali pulih dengan lebih cepat.
  3. Jika dibutuhkan, hubungi terapis atau tukang urut bersertifikat atau pengalaman tinggi.

 

6. POISONING | Keracunan

Penyebab keracunan bisa melalui makanan, minuman, dan udara. Umumnya, gejala keracunan diawali dengan sakit kepala hebat, mual, pening, sesak napas, hingga pingsan. Jika kamu mengetahui bahwa orang tersebut keracunan, maka segera ambil langkah berikut ini :

  1. Jauhkan korban dari sumber racun dan semua barang yang terkontaminasi. Lalu berikan udara segar. Kemudian segera keluarkan racunnya jika memungkinkan.
  2. Segera hubungi 118 atau 119 untuk ambulance. Buat posisi korban senyaman mungkin hingga pertolongan datang.
  3. Sebagai orang terdekat yang sadar dan tidak keracunan, segera identifikasi kejadiannya. Misalnya, apa yang baru dilakukan, benda apa yang terkait, kapan, dan bagaimana. hal ini dapat membantu petugas medis untuk mengidentifikasi racun dan memberi penawarnya dengan lebih cepat.
  4. Jangan lupa untuk memastikan penyebab racun diamankan sehingga tidak ada korban lainnya.

 

7. HEAT STROKE / HIPOTERMIA | Kepanasan / Kedinginan

Kecelakaan yang satu ini sangat dipengaruhi oleh cuaca di sekitarnya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan korban ke kondisi semula tidaklah mudah. Namun, ada cara untuk meringankan sambil menunggu pertolongan.

  1. Jauhkan dari sumber panas / dingin, termasuk benda di sekitar yang membuat panas/dingin seperti pakaian korban yang basah.
  2. Segera hubungi bantuan medis atau 118 dan 119.
  3. Usahakan untuk mengembalikan suhu tubuh korban. Untuk heat stroke, berikan air minum, ajak korban untuk berada di ruang terbuka atau ruang yang lebih sejuk, kipasi korban, atau berikan es batu di daerah ketiak, selangkangan, dan leher. Untuk hipotermia, terapi es batu bisa diganti dengan kain hangat.

 

8. HEART ATTACK / STROKE | Serangan Jantung

stroke-FAST

Serangan jantung adalah serangan yang paling ganas, karena jika tidak tertangani dengan benar dalam 2 menit pertama, akibatnya bisa fatal. Cara mengidentifikasi stroke adalah dengan FAST (Face, Arms, Speech, Time). Orang yang mengalami stroke biasanya, sebelah bagian tubuhnya tertarik atau mengendur, biasanya tampak jelas di otot sekeliling mata dan bibir. Selain itu, mereka tidak dapat mengangkat salah satu tangan dengan baik dan bicaranya pun tidak bisa jelas. Jika kamu melihat hal tersebut, segera lakukan hal berikut :

  1. Buat posisi korban nyaman dan jaga agar tetap sadar. Bampingi dan buat korban tetap nyaman
  2. Hubungi segera bantuan medis atau 118 dan 119.
  3. Segera lakukan napas buatan jika korban tidak sadarkan diri.

 

9. UNRESPONSIVE | Pingsan Bernapas/Tidak Bernapas

Pingsan dapat terjadi akibat banyak hal, seperti kurang udara, kepanasan, hingga tenggelam. Untuk kasus tenggelam, biasanya air menghambat jalan udara, untuk itu air tersebut harus segera dikeluarkan. Berikut ini caranya :

  1. Condongan tubuh korban menyamping (recovery position). Jika menyampingnya ke sebelah kiri, maka letakkan telapak tangan kanan di bawah telinga kirinya dan tekuk kaki kanan menyiku hingga lututnya menyentuh permukaan tanah atau lantai.
  2. Periksa jalur nafas, jika tidak ada, maka lakukan CPR.
  3. Hubungi segera bantuan medis atau 118 dan 119.

 

CPR | Cardio Pulmonary Resuscitation

Pada beberapa kasus kecelakaan di atas, salah satu penanganannya adalah dengan nafas buatan atau CPR. Berikut  ini cara melakukannya:

  1. Posisikan korban yang tidak sadarkan diri terlentang. Letakkan tangan yang aktif (tangan kiri jika kamu kidal), di atas tangan yang tidak aktif dan silangkan jarinya. Gunakan otot bawah ibu jari hingga pangkal lengan untuk menekan tangan di bawahnya. Posisikan di daerah ulu hati korban. Lakukan hingga 30 kali dengan tempo tekanan sekitar 100x per menit.
  2. Naikkan dagu korban agar jalur nafas menjadi lurus dan terbuka, kemudian letakkan bibirmu di atas bibir korban dan berikan tiupan besar sebanyak 2 kali hingga dada korban naik karena rongga dada terisi udara. Tunggulah sebentar, jika masih belum ada napas, ulangi kembali tahap 1 dan 2.

fa01

Begitulah berbagai jenis kecelakaan dan bagaimana melakukan tindakan pertolongan pertama. Cukup mudah bukan? Ketika menghadapi situasi darurat, kuncinya satu : tetap tenang, agar kamu dapat melakukan tindakan yang tepat dan benar. Semoga bermanfaat!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s