Blog

Minangkabau

Senin sharing by :
Annisa Melinda Jamal


Minangkabau atau yang biasa disingkat Minang adalah kelompok etnis Nusantara yang berbahasa dan menjunjung adat Minangkabau. Dalam percakapan awam, orang Minang seringkali disamakan sebagai orang Padang, merujuk kepada nama ibu kota provinsi Sumatera Barat yaitu Kota Padang. Namun, masyarakat ini biasanya akan menyebut kelompoknya dengan sebutan “urang awak”, yang artinya sama dengan orang Minang itu sendiri.

Nama Minangkabau berasal dari dua kata, minang dan kabau. Nama itu dikaitkan dengan suatu legenda khas Minang yang dikenal di dalam tambo (karya sastra sejarah yang merekam kisah-kisah legenda-legenda yang berkaitan dengan asal usul suku bangsa, negeri dan tradisi dan alam Minangkabau).

Dari tambo tersebut, konon pada suatu masa ada satu kerajaan asing (biasa ditafsirkan sebagai Majapahit) yang datang dari laut akan melakukan penaklukan. Untuk mencegah pertempuran, masyarakat setempat mengusulkan untuk mengadu kerbau. Pasukan asing tersebut menyetujui dan menyediakan seekor kerbau yang besar dan agresif, sedangkan masyarakat setempat menyediakan seekor anak kerbau yang lapar. Dalam pertempuran, anak kerbau yang lapar itu menyangka kerbau besar tersebut adalah induknya. Maka anak kerbau itu langsung berlari mencari susu dan menanduk hingga mencabik-cabik perut kerbau besar tersebut. Kemenangan itu menginspirasikan masyarakat setempat memakai nama Minangkabau, yang berasal dari ucapan “Manang kabau” (artinya menang kerbau).

Rumah Adat

Di Minangkabau, rumah tempat tinggal dikenal dengan sebutan Rumah Gadang (Besar), atau kadang-kadang disebut juga dengan Rumah Bagonjong. Besar bukan hanya dalam pengertian fisik, tetapi lebih dari itu, yaitu dalam pengertian fungsi dan peranannya yang berkaitan dengan adat. Tingginya penilaian orang Minangkabau dengan rumah adatnya dikemukakan dengan kiasan atau perumpamaan berikut:

“Rumah gadang sambilan ruang, salajang kudo balari, sapakiek budak maimbau, gonjongnya rabuang mambasuik, antieng-antiengnyo disemba alang, parabuangnyo si ula gerang, batatah si timah putiah, rusueknyo tareh limpato, cucuran atoknyo alang babega, saga tasusun sarupo bada mudiek. Parannyo si ula gerang, batata aie ameh, salo-manyalo aie perak. Jariaunyo puyuah balari, dindieng ari dilanja paneh, tiang tapi panague jamu……”

Rumah Gadang didirikan di atas tanah kaum yang bersangkutan. Jika hendak didirikan, panghulu dari kaum tersebut mengadakan musyawarah terlebih dahulu dengan anak kemenakannya. Setelah dapat kata sepakat dibawa kepada panghulu-panghulu yang ada dalam persukuan dan seterusnya dibawa kepada panghulu-panghulu yang ada di “nagari” (negeri).

Untuk mencari kayu diserahkan kepada orang kampung dan sanak keluarga. Tempat mengambil kayu pada hutan ulayat suku atau ulayat nagari. Tukang yang mengerjakan rumah tersebut berupa bantuan dari tukang-tukang yang ada dalam nagari atau diupahkan secara berangsur-angsur.

Dilihat dari cara membangun, memperbaiki dan membuka (merobohkan) rumah gadang, ada unsur kebersamaan dan kegotongroyongan sesama anggota masyarakat tanpa mengharapkan balas jasa. Fungsi sosial sangat diutamakan dari fungsi utamanya.

Tari piring/Tari Piriang

minang8

Tarian ini menggambarkan rasa kegembiraan tatkala musim panen tiba. Para muda-mudi mengayunkan gerak langkah dengan menunjukkan kebolehannya dalam mempermainkan piring di tangannya. Ritual rasa syukur ini dilakukan oleh beberapa gadis cantik dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam piring. Para gadis didandani dengan pakaian yang bagus lalu membawa makanan dalam piring tersebut dengan gerakan yang dinamis. Setelah Islam masuk Minangkabau, tradisi tarian ini tetap diteruskan, tapi hanya sebagai hiburan bagi masyarakat. Tarian ini diiringi musik talempong, rebab atau rabab dan saluang.

Alat Musik

Alat musik minang

  1. Talempong. Alat musik pukul tradisional khas suku Minangkabau yang satu ini entuknya hampir sama dengan instrumen bonang dalam perangkat gamelan. Talempong dapat terbuat dari kuningan, namun ada pula yang terbuat dari kayu dan batu.
  2. Saluang. Saluang termasuk alat musik tiup. Alat musik tradisional minangkabau ini terbuang dari ‘talang’ yang merupakan sejenis bambu tapi lebih tipis.
  3. Tambua Tasa. Alat musik pukul yang sampai saat ini masih sering digunakan, terutama pada saat acara adat. Alat musik ini terdiri dari dua alat yaitu Gandang Tambua dan Gandang Tasa.
  4. Rabab. Rabab adalah alat musik tradisional minangkabau yang mirip dengan biola. Dikatakan mirip karena dari segi bentuk memang hampir sama dan cara memainkannya pun sama yaitu dengan digesek.

Menarik, bukan? Masih ada banyak hal lagi yang seru tentang adat Minangkabau. Saya tambahkan beberapa bonus mengenai kebudayaan ini.

 

Baju Adat

baju adat minang

Kuliner

Bahasa Minang

  1. Ba a kaba? Lai aman-aman se? (Bagaimana kabarmu? Baik-baik saja kan?)
  2. Untuk percakapan dengan teman, yang sering dipakai adalah kata “Awak”. Untuk sebutan yang lebih kasar (biasanya percakapan santai antar para pria), bisa pakai kata “Aden” (kata ini haram untuk diucapkan wanita). “Denai”. Bisa juga pakai “Ambo”, tapi jarang sekali digunakan.
    Perempuan lebih sering menyebut namanya daripada memakai kata “Awak”.
  3. Kamu
    Orang Padang menyebut lawan bicara langsung dengan nama mereka. Jadi mungkin (setahu saya) tidak ada kata “Kamu” dalam bahasa ini. Dalam bahasa Padang yang lebih kasar, mereka mengganti kata “Kamu” dengan “Ang”. Contoh: “Manga ang ka siko?” (Kenapa kamu kesini?)
  4. Dia = Inyo
  5. Sebutan untuk perempuan yang lebih tua atau dihormati = Uni
  6. Sebutan untuk pria yang lebih tua atau dihormati = Uda
  7. Uang = Pitih
  8. Perempuan = Padusi
  9. Jangan = Jan
  10. Beri = Agiah
  11. Celana = Sarawak
  12. Belum = Alun
  13. Sudah = Alah
  14. Saja = Se
  15. Besar = Gadang
  16. Apa = Apo, disingat A
  17. Bagaimana = Bagaimano, disingkat Ba
  18. Berapa = Barapo, disingkat Bara
  19. Dimana = Dimano, disingkat Dima
  20. Darimana = Dari mano, disingkat Dari ma
  21. Siapa = Siapo, disingkat Sia
  22. Kapan = Bilo
  23. Mengapa = Mangapo, disingkat Manga
  24. Kenapa = Dek a

Sekian perkenalan dengan adat Minangkabau. Mudah-mudahan kamu semakin bangga ya, dengan kekayaan budaya kita!


Sumber :

http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/07/pakaian-adat-sumatera-barat-padang-minangkabau.html

http://staff.unand.ac.id/ronisaputra/wp-content/uploads/sites/995/2014/06/

http://pesta-pernikahan.com/article/pengantin-koto-gadang-dari-minangkabau

https://taritradisional.wordpress.com/2013/08/03/properti-yang-digunakan-pada-tari-piring/

https://www.infosumbar.net/artikel/8-alat-musik-tradisional-minangkabau-yang-perlu-kamu-tahu/

Suku Sunda

Senin Sharing by :
Esa Apriansyah


Indonesia adalah negeri yang kaya budaya. Terdiri dari berbagai suku, membuat kita memiliki ribuan bahasa daerah dan adat istiadat yang berbeda. Saya sendiri (Esa) berasal dari suku Sunda. Dan dalam kesempatan ini, saya ingin berbagi pengetahuan tentang suku ini.

Picture3

ASAL KATA DAN PRINSIP

Menurut Rouffaer (1905: 16) kata Sunda berasal dari akar kata sund atau kata suddha dalam bahasa Sansekerta, yang mempunyai pengertian bersinar, terang, berkilau, putih. Orang Sunda meyakini bahwa etos atau karakter Kasundaan adalah jalan menuju keutamaan hidup. Karakter yang dimaksud adalah cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), dan pinter (cerdas). Karakter ini telah dijalankan oleh masyarakat yang bermukim di Jawa bagian barat sejak zaman kerajaan Kerajaan Salakanagara, kemudian diteruskan Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda-Galuh, Kerajaan Pajajaran hingga kini.

UNGKAPAN-UNGKAPAN

Berikut ini beberapa ungkapan atau peribahasa yang dianut suku Sunda.

  • Kawas gula eujeung peueut yang artinya hidup harus rukun saling menyayangi, tidak pernah berselisih.
  • Mulah marebutkeun balung tanpa eusi yang artinya jangan memperebutkan perkara yang tidak ada gunanya.
  • Mulah ngaliarkeun taleus ateul yang artinya jangan menyebarkan perkara yang dapat menimbulkan keburukan atau keresahan.
  • Mulah nyolok panon buncelik yang artinya jangan berbuat sesuatu di hadapan orang lain dengan maksud mempermalukan.
  • Buruk-buruk papan jati yang artinya berapapun besar kesalahan saudara atau sahabat, mereka tetap saudara kita, orang tua tentu dapat mengampuninya.

 

MATA PENCAHARIAN

Mayoritas masyarakat Sunda berprofesi sebagai petani dan berladang. Ini disebabkan tanah Sunda yang subur. Sampai abad ke-19, banyak dari masyarakat Sunda yang berladang secara berpindah-pindah. Selain itu, orang Sunda biasanya memiliki jiwa seni yang cukup tinggi, sehingga banyak yang berprofesi sebagai seniman, baik itu seni rupa, seni musik, juga seni pementasan/teater. Hingga kini dunia entertain banyak didominasi oleh orang Sunda. Masyarakat Sunda juga berprofesi sebagai pegawai negeri, dokter, diplomat dan pengusaha.

MITOLOGI

CIUNG WANARA

Legenda ini adalah cerita rakyat Sunda untuk menjelaskan asal nama Sungai Pamali, serta untuk menjelaskan asal usul hubungan orang Sunda dengan orang Jawa; tentang dua bersaudara yang bersaing dan memerintah di pulau yang sama (Jawa).

POHACI

Nyi Pohaci Sanghyang Sri, atau dikenal juga sebagai Dewi Sri, merupakan seorang Dewi dari mitologi Hindu yang hadir dalam kebudayaan Sunda. Dewi Sri pada dasarnya mewakili kesuburan, atau mengatur pertanian dan semua bahan makanan pokok yang keluar dari perut bumi. Sehingga secara tidak langsung, ia turut berperan dalam kemakmuran dan kekayaan pula. Pada sistem kepercayaan Sunda kuno, Nyi Pohaci dianggap sebagai dewi tertinggi dan terpenting dalam masyarakat agraris. Fisiknya digambarkan sebagai gadis muda yang cantik, ramping namun sintal dan berisi, dengan wajah yang menyiratkan keanggunan dan keteduhan.

Picture2

FAKTA ORANG SUNDA

  • Mengganti huruf F jadi P

Pada dasarnya mayoritas bahasa daerah di Indonesia tidak mengenal konsonan F, begitupun dengan suku sunda. Sudah sejak nenek moyang terdahulu, suku Sunda tidak terbiasa melafalkan huruf F, sehingga diganti menjadi bunyi terdekat, yakni P. Contoh, manfaat menjadi mangpaat.

  • Lemah Lembut Berbicara dan Intonasinya

Orang Sunda terkenal dengan keramahan ketika menyapa dan bergaul dengan orang disekitarnya. Selalu mengedepankan senyum dengan sapaan yang khas yaitu “Neng” untuk wanita dan “Jang/Ujang” untuk pria yang lebih muda, atau jika ingin lebih sopan, gunakan “Teteh” untuk wanita dan “A/Akang” untuk pria.

  • Sunda Punya Kosa Kata Paling Banyak untuk berbagai tingkatan

bahasa Sunda kaya akan pembendaharaan kata, contoh “Makan” :

“Neda” = Untuk yang lebih tua, sangat sopan dan formal,

“Emam” = untuk orang tua ke anak kecil Sopan namun lebih kasual,

“Tuang” = Untuk sebaya atau sedikit lebih tua, sopan, ,

“Dahar“ = untuk teman sebaya sedikit kasar,

“Nyatu“ = untuk hewan, kasar,

“Ngalebok = bahasa sangat kasar,

“Jajablok“ = bahasa teramat sangat kasar.

Tak hanya tingkatan dalam bahasa, sistem keluarga pun memiliki sebutan khusus untuk setiap generasi. Berikut ini istilah dalam silsilah keturunan suku Sunda :

Anak (generasi 1) >> Euncu/Cucu (generasi 2) >> Buyut/Piut (generasi 3) >> Bao (generasi 4) >> Canggahwareng atau janggawareng (generasi 5) >> Udeg-udeg (generasi 6) >> Kaitsiwur atau gantungsiwur (generasi 7).

  • Orang Sunda Jarang Merantau

Salah satu ciri orang sunda adalah “jarang merantau”. Menurut pengalaman pribadi dan rekan-rekan terdekat, tanah Sunda memang nyaman sebagai tempat tinggal. Dari suhu udara, hingga kulinernya membuat para penduduknya merasa betah, sehingga enggan untuk merantau.

KULINER

Salah satu andalan terbaik suku Sunda adalah kulinernya. Dari makanan tradisionalnya, yakni cuanki, awug beras, peuyeum, surabi, hingga penemuan kuliner modern seperti brownies kukus, seblak, roti kukus, tahu bulat, dsb. Namun dari semua kuliner, jangan lupakan sambal terasi khas sunda, apalagi jika sebagai pendamping untuk nasi tutug oncom dan ayam gorengnya.

Jika kamu ke tanah Sunda dan tidak sempat mencicipi semua kulinernya, cobalah hidangan wajib orang sunda. Hidangan ini terdiri dari nasi panas, dipadukan dengan empal daging/ikan asin/ayam bakar/ikan gurame goreng; dampingi dengan pete, kangkung, tempe-tahu, sayur asem; dan yang paling wajib adalah lalaban dan sambel goreng terasi. Lengkapi dengan teh manis hangat. Hmm, dijamin nikmatnya!

Picture1

Sekian sekilas pembahasan dari saya mengenai suku Sunda. Apakah kamu seorang yang berasal dari tanah Sunda juga? Atau seorang yang pernah mampir di tanah Sunda? Bagaimana menurut pendapatmu mengenai suku Sunda? Tulis komentarmu di bawah ya!

 

Love Letter

Senin sharing by :
Annisa Melinda Jamal


Siapa yang tidak mengenal surat cinta? Mungkin hampir semua orang pernah mendapatkan atau menulis surat cinta. Bagaimana rasanya mendapatkan surat cinta? Beberapa orang menyebutkan :

  1. Deg – degan
  2. Senang
  3. Penasaran
  4. Ingin cepat membalas suratnya
  5. Dibuang
  6. Tidak mau langsung dibuka

Ternyata, surat cinta sudah digunakan dari zaman dulu. Surat cinta tertua di dunia yang pernah ditemukan berasal dari sekitar masa 2200 SM di lembah Niffer 150 km dari Kota Baghdad, Irak. Penemuan ini berdasarkan penggalian arkeologi sekitar tahun 1889 oleh Noah Kramer, Profesor dari Philadelphia University.

Picture1

Beberapa tokoh terkenal juga pernah menulis surat cinta, kita ambil contoh surat cinta yang sangat “dalam” dan romantis dari Ludwig Van Beethoven dan Presiden Indonesia yang ke-1 yaitu Soekarno.

Ludwig Van Beethoven (1770-1827), composer Simfoni no 9 yang terkenal itu, ternyata pernah memiliki hubungan asmara dengan seorang gadis. Sayangnya, sampai sekarang, gadis itu masih saja misterius, sama misteriusnya dengan kehidupan sang composer itu sendiri. Beberapa saat setelah kematiannya, surat – surat itu ditemukan tersimpan di dalam rak meja yang terkunci rapat. Pada surat itu tidak ditemui nama sang gadis ataupun alamat sang gadis. Tetapi, Beethoven menyebut wanita itu sebagai Immortal Beloved.

Picture2

Selanjutnya yaitu Soekarno. Semua pasti sudah tahu kalau Bapak Bangsa yang satu ini memiliki banyak istri. Tapi jarang ada yang tahu kalau salah satu proklamator kita ini pandai merayu. Seperti inilah rayuan Bung Karno dalam surat cinta yang ditulis kepada istrinya.

Soekarno 2

Soekarno

Alasan Kenapa Membuat Surat Cinta di Zaman Serba Teknologi :

  1. Di zaman yang serba cepat ini, surat cinta adalah cara untuk “memperlambat” waktu
  2. Surat cinta mampu menyampaikan yang tak terungkap oleh lidah
  3. Lewat tulisan, si pembaca surat akan lebih mengenal penulis suratnya
  4. Surat cinta gak butuh balasan instan, ia cuma butuh balasan tulus.
  5. Nggak perlu khawatir ungkapan sayang kita terkubur di inbox hp
  6. Bisa mengirimkan wewangian melalui surat cinta
  7. Banyak hal bisa diungkapkan oleh sepucuk surat cinta
  8. Melestarikan bahasa indonesia dan sastra indonesia
  9. Surat cinta mampu membantu mencairkan ketegangan dalam hubungan

Di senin sharing kali ini, kami di tujusemesta ditantang untuk membuat surat cinta. Surat cinta ini dibuat bersama – sama dengan cara melanjutkan kata – kata dalam surat cinta yang sebelumnya ditulis oleh penulis lain. Hasilnya, dari surat cinta yang seharusnya romantis dan serius menjadi tidak serius dan lucu. Berikut ini beberapa hasil kreativitas kami dalam menulis surat cinta.

semesta 1

Untuk semesta yang selalu menjagaku siang dan malam, yang tak tertidur walau gelap menyelimuti.
Aku ingin menyampaikan rasa dan asa ini, yang sudah terlalu lama usang, mengendap dalam satu jiwa yang rapuh.
Walaupun aku tak pula yakin apakah engkau bisa meluruhkan kegalauan di hati ini.
Tapi ku percaya semesta ini dapat membuat hidupku membaik.
Karena engkau selalu menjagaku walau terik siang menyengat, walau dingin malam menusuk.
Tahukah engkau wahai semesta, dingin apa yang paling dingin? Yaitu dia, Semesta.
Itu adalah 0°K yang berhasil dibuat menggunakan teknologi laser “cooling” beberapa tahun yang lalu.
Maaf karena aku terlalu logis tak bisa mengakhiri kalimat cinta yang mendalam.

Dari,

 Om Qodir

 semesta 2

 Hai! Para pembuat mimpi, kok bisa sih buat mimpi?
Karena engkaulah tidurku rindu akan yang namanya lelap. Pijar lampu dan lukisan di dinding seakan menertawakan pikiranku.
Sejenak ku kembali tersadar, sebenarnya tentang apakah semua tulisan ini? Antara sebuah mimpi dan kesadaran yang nyata.
Sejenak pula ku untuk kembali tidur, ini masih jam 2 malam.
Sesaat kemudian, aku terbangun kembali, kemudian tersadarlah bahwa aku mengalami “inception”.
Para pembuat mimpi yang baik, inikah caramu berkelakar?
Lalu kemudian aku tersadar bahwa aku sedang tidak sadar.
Ah, yasudahlah. Mending dipikirin lagi besok pagi. Da masih ngantuk.

Bandung, Jam 2:05 Pagi

 semesta 3

Indonesiaku kemana menuju…
Ku terlahir di ujung timurmu,
Ku besar di tengah perutmu,
Dan ku kelak mati di ujung baratmu.
Namun dimanapun ku menetap di Indonesia,
engkau selalu menawan hatiku.
Indonesia boleh menawan hatiku, namun engkau telah memenjarakan hatiku di dalam hatimu.
Kenapa Indonesia? Kenapa hatiku ditawan segala?
Ya mungkin kalimat terakhir ini kalimat para koruptor yang tidak memilikimu.
Tetapi lihatlah masih banyak jiwa yang setia dan berani berkorban untuk dirimu.
Yaitu mereka yang kau beri nikmat atas mereka dan bukan yang kau murkai lagi sesat

Randy

 semesta 4

 Untuk Rocky, kucingku

Rocky, kamu adalah hewan terlucu dirumahku.
Lucu dalam berbagai arti. Tahukah kalian arti arti apa yang tidak berarti? Mereka adalah “artificial”.
Tapi Rocky, kamu tidak “artificial”, kamu 100% organik, tanpa perasa tambahan.
Rocky tahukah kamu bahwa ikan sekarang sudah anorganik, kamu sekarang harus makan apa?
Mungkin Tuhan marah, marah kepada Rocky karena kamu suka menyimpan sifat mubazir.
Coba tengok kucing lain yang mengais mencari makanan.
Walaupun mereka hanyalah kucing – kucingan belaka, mereka sering mandi kucing, mereka makan nasi kucing, mereka tetaplah temanmu Rocky. Janganlah engkau benci mereka itu.

Majikan-mu

 

“Yuk mulai menulis surat cinta lagi! Karena semua mahluk hidup di semesta butuh cinta”

Jadilah Pemaaf

illustrasi lebaran Tujusemesta (EDIT 2)-09Senin Sharing
By : Arum Kartika


Tak terasa, bulan Ramadhan hampir selesai. Umat muslim menyelesaikannya dengan menyambut hari besarnya, yaitu Idul Fitri atau kita kenal juga dengan Hari Lebaran. Pada hari ini, tradisi umat muslim adalah saling memaafkan. Pernahkah kamu berada dalam posisi meminta maaf? Dan pernahkah kamu berada dalam posisi memaafkan? Sulitkah itu? Kali ini, kita akan mencari tahu, mengapa meminta maaf dan memaafkan itu sulit, dan bagaimana cara mengatasinya.

I’m Sorry”

Picture1

Ada sebuah pepatah berkata,

People will blame you if you say too much. They will blame you if you say too little. They will blame you if you say just enough. No one in this world escapes blame. There was and never will be anyone who receives all praise or all blame.“

Tak ada orang di dunia ini yang bisa lolos dari tudingan. Tudingan ini datang terkadang saat kita merasa salah, tetapi terkadang juga saat kita tidak merasa salah dan tetap dipersalahkan. Namun, tahukah kamu besarnya kekuatan maaf? Memohon maaf tidak selalu berarti bahwa kamu salah, dan orang lain benar. Kata “maaf” memiliki satu pesan yang pasti, yaitu bahwa kamu lebih menghargai hubunganmu daripada egomu.

A Perfect Apology

  1. Berikan penjelasan yang detail, hindari penjelasan yang general/umum.

Kuncinya adalah memberikan penjelasan yang sangat spesifik. Beri tahu dia bahwa kamu sangat mengerti apa yang telah terjadi dan mengapa dia kecewa.

  1. Berikan pengertian bahwa kamu memahami perasaannya.

Katakan bahwa kamu sependapat dengannya, karena kamu mengerti bahwa apa yang kamu lakukan telah memberikan luka yang dalam di hatinya. Kamu bahkan dapat mengatakan bahwa jika kamu di posisinya, kamu akan memiliki reaksi yang sama.

  1. Tanggung jawab dari situasi yang ada.

Jangan menjadi defensif atau mencari alasan atas apa yang terjadi. Tujuanmu meminta maaf adalah bahwa kamu memahami bahwa sikapmulah yang membuatnya sakit hati.

  1. Menyertakan kata “maaf”.

Pastikan bahwa kamu dengan tulus hati berkata, “..maafkan saya”. Kalimat ini dan caramu mengucapkannya akan mencairkan hati pihak yang sedang marah.

  1. Janji bahwa ini tidak akan terulang dan kamu meminta maafnya.

Membuat janji bahwa hal ini tidak akan terulang lagi merupakan kunci utama yang membuat kalian berdua dapat melihat ke depan. Janji ini juga membuatnya mengerti bahwa kamu menghargainya dan masih menginginkannya di hari-hari mendatang. Dan meminta maafnya menunjukkan bahwa kamu bertanggungjawab atas sikapmu dan memberinya kuasa untuk melangkah ke healing process.

Ketika kamu berhasil meminta maaf, kebaikannya akan kembali kepadamu. Karaktermu akan semakin terbangun dan sebagai hasilnya, akan membuat kamu dan temanmu menjadi lebih dekat.

“I Forgive You”

Picture4

Kawan, ternyata kekuatan mental bukan tertumpu pada pihak yang meminta maaf, tetapi pada yang memaafkan. Mengapa?Karena di dalamnya ada rasa dendam dan  addicted dengan adrenalin kemarahan. Atau di sisi lain, kamu menikmati merasa superior dan sebaliknya, merasa jadi korban. Atau mungkin juga kamu takut dengan memaafkan, kamu harus memulai lagi hubungan dengan temanmu itu dari nol. Dan kamu harus melawan perasaan-perasaan itu untuk memaafkan.

Tapi, jika kamu ingin masalah ini selesai, atasilah dengan mengenali kembali dirimu, pikiran dan perasaanmu, serta batasan dan kebutuhanmu. Sebelum memulai, jawablah pertanyaan ini: maukah kamu memaafkannya?

Memaafkan butuh “kemauan” sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Terkadang kamu menolak, karena sakitnya terasa terlalu dalam, atau orang tersebut terlalu kasar, atau tidak menampakkan penyesalan. Jangan memaafkan sebelum kamu memahami, merasakan, mengekspresikan, dan melepaskan kemarahanmu.

How to Forgive

  1. Pikirkan peristiwa yang membuatmu marah.

Terima kenyataan. Terima apa yang kamu rasa dan apa reaksimu. Agar dapat memaafkan, kamu perlu menyelami kejadian tersebut dan mengetahui di bagian mana kamu tersakiti.

  1. Pahami pendewasaan yang kamu alami dari apa yang terjadi.

Renungkan kembali, apa yang dapat kamu pelajari dari kejadian tersebut? Mungkin tentang dirimu, kebutuhanmu, atau batasan-batasanmu. Dengan ini, kamu tidak hanya selamat dari insiden. Kamu bahkan dapat tumbuh dan mendewasa.

  1. Sekarang, pikirkan tentang orang tersebut.

Dia melakukan kesalahan, karena semua orang melakukan kesalahan. Dia bertindak dengan sudut pandang yang berbeda, karena semua orang memiliki sudut pandangnya masing-masing. Ketika kamu tersakiti, orang lain sedang berusaha memenuhi kebutuhannya. Kira-kira, apa kebutuhannya dan mengapa dia melakukannya dengan cara yang menyakitkan?

  1. Terakhir, putuskan mau atau tidak untuk mengatakan pada orang tersebut bahwa kamu sudah memaafkannya.

Jika kamu memutuskan untuk tidak mengatakannya secara langsung, maka katakanlah pada dirimu sendiri. Ucapkan yang keras, “aku memaafkanmu,” dan berikan penjelasan sebanyak mungkin yang ingin kamu ungkapkan.

Memaafkan akan menutup luka hatimu. Kamu pasti akan tetap ingat apa yang terjadi, tapi kamu tidak akan terikat lagi dengannya. Kamu telah belajar untuk lebih berhati-hati di masa depan. Bagaimanapun, memaafkan adalah cara yang indah untuk menghargai dirimu. Seakan kamu mengumumkan pada semesta bahwa kamu juga berhak bahagia. Ingatlah sebuah pepatah,

“The first to apologize is the bravest. The first to forgive is the strongest. The first to forget is the happiest.”

Pada akhir sharing ini, kami di tujusemesta melakukan sebuah tantangan. Kami mengingat sebuah kesalahan yang belum kami maafkan hingga saat ini, lalu kami tulis dalam kertas. Kemudian, kami buang kertas itu sambil berkata, “aku memaafkanmu.”

Dapatkah kamu melakukannya juga? And be a happier person afterwards.

Picture5

Us

Senin Sharing by:
Chairun Siregar


Menyambung dari pembahasan sebelumnya tentang “sublime & beauty”. Jika kita renungi, kita dapat merasakan kemegahan dari sublime tersebut karena ada yang lebih besar dari kita. Kali ini, kita akan mengenali dan menyadari kembali sebesar apa kita. Sebelum itu, mari simak pidato dari seorang astronom yang bernama Carl Sagan.

E1

We succeeded in taking that picture, and, if you look at it, you see a dot. That’s here. That’s home. That’s us. On it, everyone you ever heard of, every human being who ever lived, lived out their lives.
The aggregate of all our joys and sufferings, thousands of confident beliefs, ideologies, and economic doctrines,
every hunter and forager,
every hero and coward,
every creator and destroyer of civilizations,
every king and peasant,
every young couple in love, every hopeful child, every mother and father,
every inventor and explorer,
every teacher of morals, every corrupt politician,
every superstar, every supreme leader,
every saint and sinner in the history of our species,
lived there-on a mote of dust, suspended in a sunbeam.

The Earth is a very small stage in a vast cosmic arena. Think of the rivers of blood spilled by all those generals and emperors so that in glory and in triumph they could become the momentary masters of a fraction of a dot. Think of the endless cruelties visited by the inhabitants of one corner of the dot on scarcely distinguishable inhabitants of some other corner of the dot. How frequent their misunderstanding, how eager they are to kill one another, how fervent their hatreds. Our posturings, our imagined self-importance, the delusion that we have some privileged position in the universe, are challenged by this point of pale light.

The Earth is the only world known so far to harbor life. There is nowhere else, at least in the near future, to which our species could migrate. Visit, yes. Settle, not yet. Like it or not, for the moment the Earth is where we make our stand.

It has been said that astronomy is a humbling and character-building experience. There is perhaps no better demonstration of the folly of human conceits than this distant image of our tiny world. To me, it underscores our responsibility to deal more kindly with one another, and to preserve and cherish the pale blue dot, the only home we’ve ever known.

-Carl Sagan (astronomer)
Speech at Cornell University, October 13, 1994.

us1

Benarkah kita sekecil itu? Ada sebuah sudut pandang lain yang tidak kalah menarik.

 

us3.png

 

Sadarkah kamu, unsur-unsur tersebut juga ada dalam tubuh kita? Jadi sebenarnya sebesar apa kita? Ini kata Neil deGrasse Tyson.

Ternyata, kita kecil dibandingkan benda-benda kosmik di alam semesta, namun kita sendiri adalah alam semesta. Kita kecil yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang ada di jagad raya, pantaskah bertinggi-hati? Kita sebagai alam semesta pun jangan merasa terpisah darinya. Bersikaplah sebagaimana kita menyayangi diri kita sendiri. Mari kita jaga, pelajari, dan jelajahi “diri kita” ini. Dan, jika kamu menyadari : “every photograph is the universe taking a selfie”