Us

Senin Sharing by:
Chairun Siregar


Menyambung dari pembahasan sebelumnya tentang “sublime & beauty”. Jika kita renungi, kita dapat merasakan kemegahan dari sublime tersebut karena ada yang lebih besar dari kita. Kali ini, kita akan mengenali dan menyadari kembali sebesar apa kita. Sebelum itu, mari simak pidato dari seorang astronom yang bernama Carl Sagan.

E1

We succeeded in taking that picture, and, if you look at it, you see a dot. That’s here. That’s home. That’s us. On it, everyone you ever heard of, every human being who ever lived, lived out their lives.
The aggregate of all our joys and sufferings, thousands of confident beliefs, ideologies, and economic doctrines,
every hunter and forager,
every hero and coward,
every creator and destroyer of civilizations,
every king and peasant,
every young couple in love, every hopeful child, every mother and father,
every inventor and explorer,
every teacher of morals, every corrupt politician,
every superstar, every supreme leader,
every saint and sinner in the history of our species,
lived there-on a mote of dust, suspended in a sunbeam.

The Earth is a very small stage in a vast cosmic arena. Think of the rivers of blood spilled by all those generals and emperors so that in glory and in triumph they could become the momentary masters of a fraction of a dot. Think of the endless cruelties visited by the inhabitants of one corner of the dot on scarcely distinguishable inhabitants of some other corner of the dot. How frequent their misunderstanding, how eager they are to kill one another, how fervent their hatreds. Our posturings, our imagined self-importance, the delusion that we have some privileged position in the universe, are challenged by this point of pale light.

The Earth is the only world known so far to harbor life. There is nowhere else, at least in the near future, to which our species could migrate. Visit, yes. Settle, not yet. Like it or not, for the moment the Earth is where we make our stand.

It has been said that astronomy is a humbling and character-building experience. There is perhaps no better demonstration of the folly of human conceits than this distant image of our tiny world. To me, it underscores our responsibility to deal more kindly with one another, and to preserve and cherish the pale blue dot, the only home we’ve ever known.

-Carl Sagan (astronomer)
Speech at Cornell University, October 13, 1994.

us1

Benarkah kita sekecil itu? Ada sebuah sudut pandang lain yang tidak kalah menarik.

us2

Sadarkah kamu, unsur-unsur tersebut juga ada dalam tubuh kita? Jadi sebenarnya sebesar apa kita? Ini kata Neil deGrasse Tyson.

Ternyata, kita kecil dan kita besar. Kita kecil yang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang ada di jagad raya, pantaskah bertinggi-hati? Kita yang besar sebagai bagian dari semua yang ada di jagad raya, pantaskah merusak aturan semesta? Bukankah itu merusak diri kita sendiri?

 

Between Sublime & Beauty

Poster Sharing Esa-11Senin Sharing by :
Esa Apriansyah


Istilah “indah” sangat akrab di telinga kita, telah kita pahami maknanya sehingga dapat kita sertakan dalam ungkapan kalimat sehari-hari. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang “sublim”? Tahukah kamu, bahwa sublim memiliki makna yang dekat dengan keindahan tapi berbeda? Kali ini, kami akan ajak untuk mengenal lebih dekat tentang keindahan dan sublim.

Bermula dari studi tentang nilai-nilai sensorik atau sensori-emosional, yang mendalami mengenai penilaian sentimen dan rasa. Muncullah buah renungan dari keindahan dan sublime. Keindahan berkaitan dengan kualitas dari sebuah objek yang menyebabkan orang merasa senang atau suka pada objek tersebut. Sedangkan sublime adalah perasaan terkuat yang sanggup untuk dirasakan dari sebuah objek yang dilihat. Biasanya terinspirasi dari kekaguman dan penghormatan pada kekuatan yang maha besar.

Picture1
Sublime

Bagi Kant, keindahan terhubung dengan bentuk objek dan memiliki batasan-batasan, sedangkan sublime dapat ditemukan dalam sebuah objek berbentuk, yang diwakili oleh ketakterbatasan. Kemudian dilengkapi oleh Schopenhauer bahwa perasaan indah muncul ketika melihat suatu objek yang mengundang kita untuk mengatasi individualitas/ego.

Picture4
Beauty

Agar lebih jelas, mari kita lihat contohnya dalam perbandingan objek.

Sublime Beauty
Sangat Luas Dapat dijangkau
Keras Halus, lembut
Maha besar Memiliki ukuran
Mengancam Tidak mengancam
Rasa sakit Rasa senang
Hitam Putih

Karena keindahan ini memunculkan perasaan senang, maka manusia mencoba menduplikasikannya atau mengungkapkannya dalam berbagai cara. Salah satunya melalui karya seni. Dalam era romantik, para seniman mengungkapkannya dengan menyajikan sebuah keagungan. Sedangkan pada era realisme keindahan berarti menyajikan sesuatu apa adanya.

 

Apa yang menyebabkan kita bisa merasakan keindahan?

Bidang ilmunya bernama neuroaesthetic, yakni pendekatan sains dalam kajian estetika di wilayah seni, musik, dan objek yang dapat menumbuhkan penilaian estetis. Ilmu ini menemukan bahwa penilaian estetis sangat bergantung pada pengolahan informasi pada visual cortex. Penelitian mengatakan bahwa prefrontal cortex dorsalateral (PDC) bereaksi ketika rangsangan dianggap indah sedangkan aktivitas prefrontal (otak bagian depan) secara keseluruhan aktif selama rangsangan menilai objek yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan.

Picture3
Visual Cortex

Nah, sekarang kamu mengerti bukan, mengapa arsitektur bangunan ibadah dibuat besar dan megah?

Picture2
“melihat suatu objek yang mengundang kita untuk mengatasi ego”

Mari Berpuasa

Senin Sharing Arum-09Senin sharing by :
Arum Kartikaningbudi

Salah satu ibadah yang dilakukan umat muslim adalah berpuasa. Dalam satu tahun, setidaknya umat muslim berpuasa selama satu bulan, yakni di Bulan Ramadhan pada Kalender Hijriah. Umat muslim memulai dan menyelesaikan puasanya pada batas-batas hari, tepatnya  dimulai saat fajar dan berakhir pada senja. Sehingga, lamanya puasa umat muslim dalam sehari bisa beragam, tergantung di negara mana kamu berada. Misalnya pada tahun 2014, lama puasa di Australia sekitar 9 jam, sedangkan di Eropa dapat mencapai 20 jam. Namun, di balik usaha menahan lapar dan dahaga ini, ternyata puasa banyak bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, diantaranya :

  • pemecahan cadangan lemak
  • tekanan darah yang lebih mudah terkontrol
  • proses peremajaan sel-sel tubuh
  • penurunan berat badan
  • perbaikan lemak darah
  • perbaikan gula darah
  • anti penuaan
  • detoksifikasi

Mengapa bisa? Nah, beginilah yang terjadi dalam tubuh kita.

  1. ORGAN PENCERNAAN akan beristirahat bekerja dan saatnya membersihkan dirinya. Puasa memberikan kesempatan bagi organ pencernaan untuk membersihkan sisa-sisa pencernaan yang ada di dalamnya dan mengeluarkan racun yang sudah menumpuk.

ANatomy of human digestive system

  1. LIVER memproduksi ketone. Sebagian dari kelebihan lemak yang dikonsumsi, diangkut dari sel usus halus oleh darah ke liver untuk disimpan dalam bentuk jaringan adipose. Lemak yang disimpan dalam liver ini juga dapat diurai kembali melalui suatu proses rumit yang terjadi dalam liver. Liver mengurai asam lemak dan menghasilkan ketone yang dilepas ke darah sebagai salah satu bahan pembentuk tenaga dalam sel.
  1. JANTUNG dapat mengalirkan darah ke anggota tubuh yang lain. Darah yang dipompa oleh jantung ke organ pencernaan akan lebih sedikit, sehingga jantung akan memompa lebih banyak darah ke bagian lain dari tubuh, termasuk di antaranya otak.

lungs

  1. PARU-PARU mengeluarkan racun-racun tubuh. Seseorang yang menjalankan puasa, bahan racun yang ada di dalam tubuh akan dikeluarkan melalui proses air kencing dan juga melalui pernafasan. Proses berpuasa itu seperti orang yang melakukan istirahat tubuhnya. Itu berarti sama dengan membersihkan racun-racun di dalam tubuh.
  1. GINJAL lebih mudah menyerapair dan garam karena aktivitas dialisis meningkat.
  2. SUHU TUBUH menurun, karena metabolisme menurun.
  3. SEL DARAH PUTIH bertambah.
  4. Mengurangi nutrisi pada pertumbuhan abnormal seperti KANKER, TUMOR, VIRUS, BAKTERI.

 

Pada dasarnya, keefektifan organ-organ tersebut bekerja sesuai dengan bagaimana pula kita beraktivitas pada hari itu. Jika kita perlakukan dengan tidak benar, seperti buka puasa dengan terlalu banyak minyak dan gula yang tidak sehat, tentunya sistem yang telah diperbaiki selama 13 jam berpuasa akan sia-sia saja. Puasa bukan perihal “menahan”, tapi “melatih” lapar, dahaga, dan nafu, dan “mereset” kerja organ dalam tubuh kita, yang pada akhirnya juga berpengaruh pada sikap dan perilaku kita. Seperti pepatah asing berkata, you are what you eat. Prinsip “melatih nafsu” tidak hanya dilakukan pada saat berpuasa saja, tetapi juga setelah berbuka puasa hingga sahur. Bukan berarti tidak boleh makan enak, tapi usahakan tidak berlebihan. Makanan yang enak juga ada yang sehat, lho. Maka, ketika kamu mengadakan buka puasa bersama teman-teman, pilihlah menu berbuka yang ramah pada organ-organmu dan hargai latihanmu sepanjang siang tadi.

4fbf7167761509079eba85df0b133d84

Alice in Wonderland

Senin Sharing Nisa2 -09Senin sharing by :
Annisa Melinda Jamal


Mungkin hampir semua orang kenal dengan cerita Alice in Wonderland. Karakter Alice in Wonderland sangat populer hingga dibuat film oleh salah satu sutradara yang terkenal, yaitu Tim Burton.

Namun tahukah kamu cerita di balik cerita “Alice in Wonderland”? Alice in Wonderland juga di kenal sebagai suatu syndrome, dan syndrome tersebut dinamakan “Alice in Wonderland Syndrome/Sindrom” atau mikropsia, yaitu keadaan disorientasi saraf yang memengaruhi persepsi penglihatan pada manusia. Sindrom ini merupakan penyakit yang langka.

Sindrom ini hanya berpengaruh pada persepsi saja, tidak pada mekanika mata. Persepsi dipengaruhi oleh interpretasi otak terhadap informasi yang didapat dari mata. Sindrom ini berhubungan dengan sakit kepala migrain dan dapat menyebabkan epilepsi.

Gejala-gejala umum yang dirasakan penderita sindrom :

  • Bagian tubuh atau hal-hal di sekitar mungkin terlihat lebih besar, lebih kecil, lebih dekat, atau lebih jauh dari yang sebenarnya.
  • Garis lurus mungkin terlihat bergelombang.
  • Benda-benda tertentu terlihat bergerak.
  • Benda tiga dimensi mungkin terlihat datar.
  • Benda-benda mungkin berubah warna atau miring ke samping.
  • Wajah mungkin terlihat terdistorsi.
  • Warna dapat terlihat cerah ekstra.
  • Orang-orang dan benda-benda dapat terlihat miring.

Picture4.png

Sindrom ini pertama ditemukan oleh John Todd pada tahun 1955. John Todd sendiri adalah seorang psikiatris dan cerita “Alice in Wonderland” yang ditulis oleh Lewis Caroll inilah yang telah menginspirasinya untuk memberi nama sindrom ini.

Picture3
Lewis Caroll

Penyebab sindrom Alice in Wonderland

Sindrom Alice in Wonderland terjadi karena adanya perubahan bagian otak yang berhubungan dengan informasi sensorik–apa yang dilihat dan didengar. Perubahan ini mempengaruhi persepsi tentang tubuh sendiri dan hubungannya dengan dunia sekitar.

Sindrom ini sering terjadi sebelum, selama, atau setelah migrain. Tetapi juga dapat terjadi dengan kondisi lain:

  • Epilepsi
  • Infeksi seperti virus Epstein-Barr
  • Stroke
  • Depresi atau skizofrenia

Beberapa peneliti sindrom ini dan dalam buku “Migraine Art” (buku yang meneliti dan menggambarkan ilustrasi dalam sudut pandang penderita migran) berteori bahwa Lewis Caroll, pengarang Alice in Wonderland, adalah salah satu penderita migraine yang cukup berat sehingga ada kemungkinan besar Lewis Caroll adalah salah satu penderita sindrom ini.

Berikut ini salah satu contoh dari karya asli cerita Alice in Wonderland :

Picture1

 

“Who are you?” said the caterpillar.

This was not an encouraging opening for a conversation: Alice replied rather shyly, “I – I hardly know, sir, just at present – at least I know who I was when I got up this morning, but I think I must have been changed several times since that.”

“What do you mean by that?” said the caterpillar, “explain yourself!”

“I can’t explain myself, I’m afraid, sir,” said Alice, “because I’m not myself, you see.”

 

Dari tulisan di atas, dideskripsikan bahwa Alice merasa bentuk badannya telah berubah – ubah selama perjalanan dan dia sulit untuk menjelaskan dan memperkenalkan siapa dirinya.

Berikut ilustrasi lainnya yang digambarkan oleh Lewis Caroll :

Picture2

Jika kamu perhatikan sampul buku di atas, cerita asli karangan Lewis Caroll ini judul sebenarnya bukan “Alice in Wonderland” tetapi “Alice’s Adventures Under Ground”. Cerita ini adalah hadiah dari Lewis Carroll untuk seorang anak perempuan bernama Alice Liddell. Alice Liddell adalah salah satu anak perempuan dari dekan kampus Carroll, yaitu Henry Liddell. Alice ini jugalah yang menginspirasi Carroll untuk membuat tokoh Alice di bukunya.

Picture5
(kiri) Alice Lidell ; (kanan) ilustrasi Alice Lidell di buku Lewis Caroll

 

Egungun Festival

Senin Sharing Qodeer-07Senin Sharing by :
Andi Abdulqodir (Bang Qodir)


Benua Afrika seringkali dihubungkan dengan orang primitif, perbudakan, alam liar, dan hal-hal lain yang nampak jauh dari dunia modern. Namun jika kita lihat dari sudut pandang lain, hal yang kita anggap primitif tadi ternyata sebuah idealisme yang “menjunjung tinggi kebudayaannya”. Bukan berarti mereka tidak mau maju, tetapi mereka sangat kokoh menghargai adat istiadat dan tradisi yang telah mendarah-daging. Idealisme bahwa mereka lebih menghargai alam dibandingkan teknologi. Hal-hal seperti ini yang seringkali tidak dipahami oleh manusia yang hidup di lingkungan dan dunia modern.

Berbicara tentang kebudayaan, di Afrika Barat, tepatnya di Nigeria, terdapat sebuah tradisi festival yang sangat menarik. Tradisi ini dinamakan Egungun, yang berarti “powers concealed”, atau kekuatan yang tersembunyi. Apa yang membuatnya menarik? Mari kita selami lebih dalam.

Definisi Egungun

Kata “egun” dalam bahasa Yoruba berarti tulang, yang mengaitkannya dengan tulang-belulang manusia. Dikemas dalam sebuah festival, Egungun adalah manifestasi nyata dari roh-roh leluhur yang sudah meninggal. Roh-roh ini diyakini secara berkala mengunjungi manusia yang masih hidup ini untuk mengingatkan, merayakan, dan memberkati. Mereka percaya nenek moyang memiliki tanggungjawab untuk menegakkan standar etika dari generasi masa lalu klan mereka. Orang-orang Yoruba, atau penduduk asli Nigeria, sering menyebut festival ini sebagai “awon ara orun” yang artinya tamu dari dunia setelah kehidupan, atau dengan kata lain pengunjung dari akhirat. Para tamu dari akhirat ini mengunjungi manusia di dunia dengan cara “merasuki” salah satu anggota keluarga yang mengenakan sebuah kostum. Dalam satu perkampungan, akan terdapat beberapa Egungun yang mewakili keluarga masing-masing. Festival berlangsung beberapa hari untuk mempersatukan keluarga dan masyarakat dengan leluhur yang sudah meninggal.

Syarat Peserta Egungun

Egungun hanya dapat dilakukan oleh anggota laki-laki dari sebuah keluarga, sedangkan wanita hanya diperbolehkan berpartisipasi dalam paduan suara yang menyanyikan pujian dan membacakan sejarah keluarga. Peserta atau perwakilan keluarga yang ikut dalam festival ini harus menutupi seluruh tubuhnya dari kepala hingga kaki, tidak boleh tampak kulitnya sedikit pun. Kemudian, setelah memakai kostum ini, mereka bukan lagi manusia tetapi sudah menjadi jelmaan nenek moyangnya.

Kostum Egungun

Kostum Egungun
Source: https://africa.si.edu/exhibits/resonance/44.html

Kostum terbuat dari kain-kain yang berbeda, baik lokal tenun maupun industri tekstil. Selain kain, kostum ini dihias dengan bahan-bahan dari logam, manik-manik, kulit, tulang, dan lain-lain. Gaun atau kostum yang semakin rumit dan semakin berlapis mencerminkan kekuatan sosial dan prestise.

kostum egungun 5
Semakin tebal lapisannya, semakin tinggi kelas sosialnya

A Second-skin Costume

Seorang bernama Nick Cave yang berasal dari Missouri, Amerika Serikat, memiliki sebuah kepedulian yang tinggi terhadap kesenjangan, baik itu dilihat dari gender, ras, dan kelas sosial. “Pengkotakan” ini membuat seseorang dinilai sebelum mereka berinteraksi dan mengungkapkan jati dirinya. Kemudian ia membuat karya yang menyuarakan hal ini. Karyanya yang dinamakan “soundsuits” ini merupakan sebuah kostum yang mengkondisikan jiwa si pemakainya lepas dari kesengsaraan dan juga sebagai “kulit lapisan kedua” yang melindunginya dari penilaian-penilaian sosial.

Nick Cave
Nick Cave

I’m trying to remove gender, race and class forcing you to look at the work without judgement. It may be something that is unknown or unfamiliar.

Do I as a human being have the ability to take a moment before reacting to something that I don’t understand?

Fear really becomes and important factor. How do we sort of come to fear as a starting point?

-Nick Cave-

Soundsuits
Soundsuits by Nick Cave

Yang membuat karya ini lebih mengagumkan, tidak hanya kostumnya saja yang memiliki konsep dan makna. Ketika kostum tersebut dilepas, ternyata mannequin di dalamnya berkulit hitam.

Soundsuit mannequin
Mannequins of Soundsuits

Pada dasarnya, Nick Cave tidak menyebutkan secara langsung, namun apakah menurutmu Nick Cave terinspirasi dari Egungun Festival?

Yang masih penasaran bagaimana festival ini diselenggarakan, berikut ini cuplikannya :

Courtesy of Youtube : Maria Nunes